MENGHIDUPKAN AL-QUR’AN

MENGHIDUPKAN AL-QUR’AN

MENGHIDUPKAN AL-QUR’AN

by. Wildan Fathul Ulum.

Suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan, Suatu hal yang harus diutamakan, Suatu hal yang harus dipertamakan Oleh semua insan yang mengaku dirinya Muslim adalah menghidupkan Al-Qur’an. Membaca, memahami, merenungkan, menghafalkan, mengamalkan, mengajarkan dan sebagainya sehingga Al-Qur’an benar-benar menjadi kehidupannya.

Al-Qur’an harus menjadi paling utama, paling pertama dalam perhatian kita, bukan hanya sekedar dibaca seperti kitab yang lain atau hanya sebagai kitab rujukan dalam suatu makalah, karya ilmiah dan sebagainya, tetapi Al-Qur’an harus menjadi milik, yang menjadi sumber ilham, sumber wahyu kehidupan bagi setiap orang yang mengaku dirinya muslim, Al-Qur’an hidup dan harus tetap hidup di dalam diri tiap-tiap muslim. Apabila Al-Qur’an sudah menjadi kehidupan seseorang, maka dia tidak mungkin sesat dan tidak akan mungkin disesatkan oleh pihak manapun.

Kita harus mendukung hidupnya Al-Qur’an, hidupnya lembaga-lembaga Al-Qur’an, hidupnya kegiatan-kegiatan Qur’anisasi untuk menurunkan atau menelurkan generasi Qur’ani, sehingga Al-Qur’an benar-benar menjadi pusat dari pada pusat, sumber dari pada sumber, inti dari pada inti. Kita dukung sekolah-sekolah, lembaga-lembaga dan pesantren-pesantren Al-Qur’an, yang menjadi markas kegiatan menghidupkan Al-Qur’an.

Maka beruntunglah dan bersyukurlah dengan kegiatan ini semuanya, karena ini merupakan kegiatan yang mencegah gerakan-gerakan yang akan menyingkirkan Al-Qur’an, gerakan yang akan menganggap Al-Qur’an tidak relevan lagi, gerakan yang akan memarginalkan Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an mutlak kebenarannya, meskipun banyak orang yang iri, yang dengki, yang tidak setuju atau menentangnya, tetapi mereka tidak bisa merubah, mengganti atau menandingi Al-Qur’an.

 

وَإِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُواْ بِسُورَةٖ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٢٣ فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ ٢٤

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”

“Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”

 

Al-Qur’an sudah menantang, kalau memang kamu tidak percaya, buatlah Al-Qur’an, ternyata tidak bisa. Para penyair, para sastrawan, siapa saja tidak bisa, bahkan ilmu-ilmu Al-Qur’an masih menjadi galian para ilmuwan-ilmuwan. Kebenaran-kebenaran Al-Qur’an masih dicari oleh para ilmuwan-ilmuwan, dan itu kebenaran-kebenaran abadi, kebenaran-kebenaran mutlak, yang tidak diragukan lagi. Ingat, kamu tidak bisa membuat Al-Qur’an, atau macam-macam Al-Qur’an atau semacam Al-Qur’an, kalau memang tidak bisa, maka takutlah kepada Allah.

Zionis, musuh-musuh islam, mereka meletakkan manusia-manusia untuk mendiskriditkan atau untuk menyalahkan atau untuk merelatifkan kebenaran Al-Qur’an, tidak memutlakan Al-Qur’an. Itulah kerjaan kita, itulah lapangan kita, lapangan umat islam, untuk benar-benar meyakinkan, meyakini dan menyiarkan, tidak ada keraguan, tidak ada peraguan, tidak ada lagi gerakan yang meragukan islam dan Al-Qur’an.

Inilah Al-Qur’an, tidak ada yang bisa meragukan Al-Qur’an lagi karena mutlak kebenarannya. Sejak zaman dulu hingga sekarang tidak ada apapun atau siapapun yang bisa menandingi isi Al-Qur’an, baik isinya ataupun redaksinya, sebab Al-Qur’an benar-benar dari Allah SWT.

 

ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ١٤٧

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu”

Yang benar, haq, kebenaran, hanya dari Allah SWT. Tidak boleh ragu bahwasanya Al-Qur’an adalah dari Allah SWT. Maka Al-Qur’an peringatkan kepada siapa saja yang mencoba-coba untuk menganggap Al-Qur’an bisa benar bisa salah, bertaqwalah kepada Allah SWT, karena ucapanmu akan dibaca, akan didengar, akan dipakai oleh orang-orang dan kamu akan menjadi penyesat kalau kamu sampai mengatakan bahwa Al-Qur’an kebenarannya masih diragukan atau masih dikira-kira (zonni), na’udzubillah...

Marilah kita semuanya siap untuk selalu bersama Al-Qur’an di depan, dibelakang, diatas, dibawah, kekanan, kekiri, kemana saja dan dimana saja kita bersama Al-Qur’an. Patut kita syukuri bersama, karena sekarang ini banyak sekali kegiatan, usaha, lembaga, umat dan sebagainya yang menghidupkan Al-Qur’an ini, hal ini juga merupakan bentuk penjagaan dari pada Al-Qur’an itu sendiri yang selalu otentik tidak ada perubahan, jangankan kalimatnya ataupun kata-katanya, hurufnya saja terjaga sampai hari kiamat.

 إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ٩

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”

Maka sampai hari kiamat tidak mungkin satu hurufpun menghilang atau dihapus atau coba dibuang dari Al-Qur’an atau dunia ini, ini statement abadi dari Allah SWT. Ada yang menjaga Al-Qur’an lewat tulisan, ada yang menjaga lewat bacaan, ada yang menjaga lewat tape, kaset, cd dan sebagainya.

Mari kita ikut ambil bagian dalam menghidupkan Al-Qur’an dan menjadi bagian dalam penjagaan Al-Qur’an. Waspadalah terhadap segala upaya musuh-musuh islam untuk melemahkan umat islam dengan menjauhkan Al-Qur’an dari umat islam, kita dilalaikan oleh hiburan-hiburan, gaya hidup dan segala macam upaya yang memalingkan kita dari Al-Qur’an.

Barangsiapa yang berjalan dijalan Allah pasti akan ditolong oleh Allah SWT. Barangsiapa yang menjalankan, membantu, menguntungkan, memenangkan, mensukseskan, risalah Allah maka dia akan mendapatkan bantuan dari Allah SWT, zohiron wa batinan, fid dunya wal akhiroh, lahir dan batin di dunia dan di akhirat.

Beruntunglah kita, karena kita memiliki Al-Qur’an yang akan menyelamatkan kita, yang akan menjadi syafaat kita, karena barokahnya amal-amal menghidupkan Al-Qur’an.

   اَلْبَرَكَةُ فِي الْحَرَكَةِ

Barokah (dari Allah) akan turun melalui gerakan-gerakan kita menghidupkan Al-Qur’an.

Marilah kita benar-benar berupaya, sendiri ataupun bersama-sama menghidupkan Al-Qur’an dan menghidupkan suasana Qur’ani dan menghidupkan apa saja gerakan-gerakan yang menuju kepada Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan lillahi ta’ala. Kita in sya Allah menjadi tentara-tentara Allah, menjadi pendukung-pendukung dan menjadi pengemban amanat lestarinya kitabulloh, menjadi pengabdi, menjadi khodim Al-Qur’an alkarim.

Kebenaran datangnya dari Allah dan kesalahan datangnya dari diri saya, oleh karenanya saya mohon ma’af.

Wallahu a’lam bisshowab.