MERAWAT ANAK YATIM

MERAWAT ANAK YATIM

Penulis Ustadz Andi Rahman, SSI, MA. - Pengajar Quran Learning Centre

Petang itu, kang Jamil mengantar pak Yanto berkunjung ke kediaman kyai Ahid. 

“Kyai, saya telah menunaikan ibadah haji tiga tahun yang lalu, dan tahun ini saya ingin berhaji lagi. Bagaimana menurut Kyai?” Tanya pak Yanto setelah berbasa-basi secukupnya. 

“Dalam banyak hadis disebutkan betapa besar pahala ibadah haji yang mabrur.” Jawab Kyai, “Misalnya Hadis muttafaq ‘alaih yang menyatakan bahwa pahala haji yang mabrur adalah surga. Dan hadis riwayat al-Bukhari yang menyatakan bahwa orang yang hajinya mabrur, semua dosanya akan dihapuskan, mirip seperti bayi yang baru terlahir di dunia”. 

Pak Yanto dan kang Jamil mendengarkan jawaban kyai dengan seksama. 

"Tapi ia masuk surga sendirian", Demikian ujar kyai Ahid. 

"Beda dengan orang yang mau merawat anak yatim, atau membiayai pendidikannya. Orang ini dijamin oleh Nabi Muhammad masuk surga bersama beliau". Tambah beliau, "Demikian keterangan dari Ummul Mukminin Aisyah, seperti yang termaktub dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari". 

"Kyai, surga Nabi itu seperti apa bagusnya?" Tanya pak Yanto. 

"Di surga tersedia semua yang kita kehendaki dan kita inginkan. Demikian keterangan yang terdapat dalam al-Quran Surat al-Zukhruf ayat 71. Bahkan semua kenikmatan yang mungkin terlintas di benak kita, sesungguhnya kenikmatan surga lebih baik, jauh lebih enak, dan juuaauuuh lebih nikmat". Jawab kyai dengan bersemangat."Dalam hadis riwayat al-Imam Muslim diterangkan bahwa orang yang terakhir masuk surga akan mendapat surga yang luasnya sepuluh kali lipat dunia ini. Surga yang demikian itu adalah surga kelas emperan, kelas yang paling ekonomis.” Sambung kyai, “Lalu menurut sampeyan surga yang ditempati Rasulullah seperti apa?". 

"Tentu surga untuk Nabi Muhammad jauh lebih luhur, lebih agung, lebih indah, lebih nyaman, lebih menyenangkan, lebih enak, lebih baik dan lebih nikmat. Pokoknya surga untuk Nabi pasti yang terbaik! Kelas super super super Vi Ai Pi, lah!". Jawab kang Jamil mantap. 

"Nah, orang yang mau merawat anak yatim akan bersama beliau di surga kelas super super super VIP itu". Sambut kyai Ahid. 

"Jadi kita bisa dapet surga kelas super super super Vi Ai Pi, kalau kita mau merawat anak yatim Kyai?". Tanya kang Jamil lagi. 

"Betul, demikian janji Rasul seperti yang disampaikan oleh Ibunda Aisyah". Jawab kyai dengan senyumnya yang menyejukkan hati. 

"Walaupun amal kebajikan kita sedikit?" Kang Jamil penasaran. 

"Ya, walau amal kebajikan kita sedikit, yang penting ikhlas dan Allah Ta'ala menerimanya". Kyai menghela napasnya, “Semisal presiden akan melakukan perjalanan ke luar kota dengan menaiki kereta api, menurut sampeyan, kira-kira dia naik kereta api kelas ekonomi atau kelas VIP?” 

“Ya tentunya naik kelas VIP!” jawab kang Jamil, “Masak presiden naik kereta api kelas ekonomi”. 

“Nah, presiden biasanya ditemani menteri-menterinya dan robongan yang terdiri dari para pelayan dan petugas pengaman kepresidenan. Menurut sampeyan, rombongan presiden itu naik kereta VIP yang sama dinaiki presiden atau mereka naik kereta kelas ekonomi?” Tanya kyai lagi. 

“Para menteri dan rombongan pastinya ikut kereta yang sama dengan yang dinaiki presiden” jawab kang Jamil. 

“Lho, pelayan dan petugas keamanan kok bisa naik kereta yang sama dengan yang dinaiki presiden?” Tanya kyai Ahid. 

“Tentu saja bisa, lha wong presiden yang mengajak mereka” jawab pak Yanto dengan mantap. 

“Begitu pula kita yang amal kebajikannya minim dan sering kali masih disusupi perasaan ujub dan riya`. Kita bisa masuk surga kelas vi ai pi kalau diajak Rasulullah.” ujar kyai Ahid, “Jadi, kalau saya boleh mengusulkan, anda urungkan saja niat berhaji lagi, toh anda sudah pernah melaksanakan ibadah haji sementara kewajiban haji hanya berlaku sekali seumur hidup. Uang ONHnya bisa anda salurkan untuk panti asuhan anak yatim, agar anda diajak Rasulullah masuk ke dalam robongan beliau, dan menjadi tetangga beliau di surga yang kelasnya super vi ai pi”. 

Kang Jamil dan pak Yanto menganggukan kepala..