MEREKA ANAK-ANAK KITA (JUGA)

MEREKA ANAK-ANAK KITA (JUGA)

Penulis Ustadz Andi Rahman, SSI, MA. - Pengajar Quran Learning Centre

Sore itu angin semilir berhembus. Ohim duduk di bawah pohon mangga sambil memandangi anak-anak kecil bermain di halaman masjid. Cuaca yang cerah tidak bisa menutupi kegalauan yang nampak di wajah Ohim.

Kiai Ahid melihat Ohim yang murung, iapun menghampirinya. “Kok murung, Him? Nampaknya ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu” Sapa Kiai Ahid. Ohim bukan santri, usianya sudah cukup tua untuk disebut sebagai santri. Ia diminta kiai Ahid untuk tinggal di pesantren dan membantu beliau mengurus santri-santri.

“Melihat anak-anak itu bermain, saya jadi teringat anak-anak saya...” Jawab Ohim dengan lirih. “Semenjak terpisah dari istri, saya tidak pernah lagi mendengar kabar mereka”.

Kiai Ahid menghela napas dan tersenyum, “Kau lihat anak-anak itu sedang bermain?”.
Ohim menganggukkan kepalanya mengiyakan.

“Anak-anak itu ada di sini, di dekatmu. Kau melihatnya, bisa menyentuhnya dan mendengar suaranya. Anggap saja mereka adalah anak-anakmu. Sayangi mereka, kasihi mereka, bantulah mereka, dan jadilah teman sekaligus orang tua bagi mereka”. Kiai Ahid kembali tersenyum. “Kemudian tawakkallah kepada Allah Ta'ala. Semoga anak-anakmu yang ada di tempat yang antah berantah itu mendapati orang-orang yang ikhlas menyayangi mereka, mengasihi dan membantu mereka”.

Tersentak dengan jawaban kiai Ahid, Ohim tersenyum dan bergumam, “Betul Kiai...Saya akan memperlakukan santri dan anak-anak yang saya temui sebagaimana saya memperlakukan anak kandung saya sendiri. Saya yakin, anak-anak kandung saya juga akan mendapatkan perlakuan yang sama”.
Setiap hari kita melihat anak-anak jalanan, yang ingin hidup normal dan bersekolah namun kondisi sosial ekonomi mereka tidak memungkinkan hal itu. Sebagian dari mereka sudah tidak memiliki orang tua, dan sebagian lainnya dieksploitasi sebagai pengemis dan pengamen. Melihat mereka, sejatinya kita melihat anak-anak kita sendiri. Karena kita adalah orang baik yang menganggap anak, siapapun orang tuanya, sebagai anugerah sekaligus ujian bagi kita semua.

Allah Ta'ala menyediakan pahala yang besar bagi mereka yang bisa merawat dan mendidik anak dengan baik (QS. Al-Anfal ayat 28, al-Kahf ayat 46).
Jika saat ini kita bersama anak-anak kita, maka saat meninggal dunia kita tidak lagi bersama mereka. Saat itulah Allah Ta’ala akan memberikan kepada mereka orang-orang yang baik yang mau merawat mereka, sebagai balasan atas kebaikan kepada anak-anak yang terlahir tidak dari rahim kita atau rahim istri kita. Insya Allah.