MENGEMBANGKAN KECERDASAN ANAK MELALUI AKTIFITAS BERNYANYI

MENGEMBANGKAN KECERDASAN ANAK  MELALUI AKTIFITAS BERNYANYI

 

MENGEMBANGKAN KECERDASAN ANAK

MELALUI AKTIFITAS BERNYANYI

Oleh : Nadiyatul Wasi`ah

 

 

Kegiatan bernyanyi (lagu) merupakan kegiatan yang dilakukan secara menyenangkan. ‘Menyenangkan’ merupakan kata kunci dalam setiap kegiatan bagi anak. Oleh kerna itu, orag tua dan pendidik dalam meciptakan kegiatan belajar, pelatihan atau pembiasaan hendaknya dalam suasana yang menyenangkan. Dengan demikian, anak tidak merasa terbebani, tidak memaksa, dan tidak menjadikan mereka bersedih hati. Kegiatan yang dilakukan secara spontan tanpa paksaan sesuai dengan gerak hati anak, dan mendatangkan kegembiraan harus terus menerus diciptakan secara bervariasi.

Fungsi bernyanyi pada usia dini cukup banyak antara lain adalah untuk merangsang perkembangan bahasa anak, hubungan sosial anak, kecerdasan emosi anak, kecerdasan nalar atau pikiran anak, serta mengembangkan keterampilan fisik, dll. Dengan fungsi yang sedemikian, penting bagi proses pendidikan anak, maka semua ahli pendidikan pra sekolah sangat menganjurkan agar  pendekatan pembelajaran, pelatihan dan pembiasaan dilaksanakan dengan bernyanyi dan menyenangkan.

Pendekatan pendidikan usia dini yang paling tepat sesuai dengan ciri-ciri psikologis, paedagogis dan tahap perkembangan moral mereka adalah pendekatakan yang mengedepankan aspek-aspek bernyanyi. Bernyanyi merupakan salah satu ciri pendidikan usia dini yang paling tepat. Dengan bernyanyi, berbagai kemampuan dasar anak diperkembangkan.

Beberapa hal manfaat dari pendekatan ini antara lain pertama, pada aspek Kecerdasan otak, kecerdasan ini dikembangkan melalui lirik lagu yang digunakan sebagai penunjang pengajaran secara spesifik karena isi nyanyian merajuk pada materi pelajaran yang dilakukan dengan ceria, bebas, dan tanpa beban. Anak-anak dikenalkan dengan nama-nama benda dan fungsinya melalui aktifitas bernyanyi. Misalnya lagu “dua mata saya” yang dimodifikasi dalam bahasa arab selain menambah kosakata (mufradat) dalam bahasa arab, anak-anak juga belajar matematika dasar melalui lirik-liriknya. Coba ikuti lagunya:

“Dua mata saya

Hidung saya Satu

Dua kaki saya

Pakai sepatu baru

Dua tangan saya

Yang kiri dan kanan

Satu mulut saya

Tuk membaca alquran

 

Dimodifikasi ke bahasa arab …

ainayyas natani

Wa anfuhu wahidi

Rijlayyas natani bi khadail jadidi

Yadayyas natani yumna wa yusra

Wa fammu wahidi lil aqra`il qurani

 

Kedua, pada aspek keterampilan motorik dikembangkan melalui bernyanyi : berjalan, berlari, melompat, berdiri satu kaki, dll. Ketiga, aspek kemampuan berbahasa dan daya pikir dapat dikuasai sehingga anak lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain, mampu memahami hal-hal sekitarnya. Dan mengerti pembicaraan orang lain serta mampu menyampaikan isi hatinya kepada orang lain. Keempat, pada aspek kemampuan hubungan sosial dapat diperolah melalui kegiatan bernyanyi (lagu) yang dilakukan secara kelompok sehingga anak-anak mampu berdiri sendiri dan bergaul dengan orang lain. 

 

Jika dilihat dari aspek pertumbuhan dan kemampuan anak-anak pada usia dini, sebenarnya hanya ada tiga tujuan pendidikan khususnya untuk anak-anak usia pra sekolah, yaitu membentuk dan mengembangkan jiwa eksploratif, membentuk dan mengembangkan jiwa kreatif dan mengembangkan kepribadian yang integral. Berdasarkan undang-undang sistem pendidikan nasional disebutkan bahwa pendidikan pra sekolah bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam bentuk pengenalan keimanan, ketakwaan, hidup sehat, pengenalan kegiatan mandiri, nilai keindahan, peran sosial, dan lingkungan alam melalui suatu proses pembelajaran yang mempesona, menarik, mengasyikkan, menyenangkan, tidak membosankan, bervariasi, kreatif dan indah.